Persiapan Pembeli Rumah Pertama

Persiapan Pembeli Rumah Pertama

Persiapan Pembeli Rumah Pertama – Sebagai orang awam, persiapan pembeli rumah pertama, wajib di lakukan saat berencana membeli rumah pertama kali, gunakan jasa agen properti sebagai pendamping sekaligus pemberi nasehat.

Tidak perlu khawatir akan memilih agen yang salah apabila Anda mencarinya di halaman.

Tergantung kebutuhannya seperti apa, melalui halaman ini Anda bisa menemukan lebih dari 8.000 agen properti dengan spesialisasi masing-masing.

Ada yang ahli dalam bahasa Mandarin, Inggris, maupun spesialis area tertentu.

Setelah berhasil menemukan agen yang tepat, Anda sebagai pembeli rumah pertama juga wajib memahami strategi dasar dalam memilih hunian. Ini ulasanya :

  • Pilih Lokasi

Faktor paling penting dalam membeli rumah adalah lokasi. Tidak heran jika di dunia properti orang sangat mementingkan lokasi, lokasi dan lokasi.

Lokasi tidak hanya dianggap penting oleh pembeli rumah pertama, melainkan semua orang. Itu sebabnya harga suatu properti sangat ditentukan oleh lokasi.

Karena lokasi berkaitan dengan akses transportasi, fasilitas umum, bebas dari banjir dan sebagainya.

Untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari lokasi hunian incaran, Ulasan ini menyajikan mulai dari rute ke perumahan, kedekatannya dengan fasilitas sekitar, potensi lokasi, sampai detail perumahannya.

  • Siapkan Dana

Persiapan pembeli rumah pertama sering mengajukan pertanyaan mengenai biaya yang perlu dikeluarkan.

Untuk sebagian orang, terutama orang awam, biaya-biaya ekstra seringkali mengejutkan karena uang yang perlu dikeluarkan tidak sedikit. Diantaranya:

  1. Uang Tanda Jadi – Biasanya para pengembang akan menentukan besar nominal uang tanda jadi (DP) minimal Rp1 juta.
  2. Uang Muka – Anda diwajibkan untuk melunasi uang muka apabila ingin membeli rumah dari pengembang. Besarannya minimal 15% untuk rumah pertama.
  3. Angsuran – Besar angsuran yang ideal adalah tidak melebihi sepertiga dari penghasilan Anda atau Anda dengan pasangan. Setelah KPR disetujui, Anda akan langsung diminta membayar angsuran rumah pertama.
  •  Verifikasi Pengembang

Meski nama pengembang sudah sering Anda dengar dan dikenal bonafit serta kredibel, tidak ada salahnya jika Anda tetap mencari informasi tentang pengembang tersebut. Pilih pengembang yang setidaknya telah berkecimpung di dunia properti minimal 5 tahun.

Anda perlu memeriksa track record pengembang, apakah sering terlambat untuk serah terima? Bagaimana kualitas bangunan di perumahan sebelumya? Anda dapat mengetahui informasi ini dengan mencari testimoni kerabat maupun membaca.

  •  Periksa Harga Pasar

Tidak perlu terlalu terburu-buru untuk langsung membeli rumah yang menjadi pilihan anda. anda bisa memulainya dari kantor marketing penjualan dari online atau offline.

Anda dapat mencari informasi mengenai harga pasaran rumah di daerah tersebut baik itu secara online atau secara langsung, demi memastikan Anda membeli rumah dengan harga terbaik.

  •  Fasilitas

Pastikan Anda telah mendapat informasi mengenai fasilitas yang ditawarkan pengembang. Akan lebih baik lagi apabila Anda melakukan pemeriksaan dengan mengitari area perumahan tersebut. Ada dua macam fasilitas yaitu fasilitas intern dan fasilitas ekstern.

Fasilitas intern meliputi tempat ibadah, tempat olahraga, taman bermain, infrastruktur yang memadai, serta gerbang perumahan.

Sedangkan fasilitas ekstern merupakan fasilitas lain yang letaknya tidak jauh dari perumahan tersebut seperti minimarket, sekolah, rumah sakit, pasar, atau tempat rekreasi.

  • Dapatkan Persetujuan KPR

Salah satu cara terbaik untuk memudahkan dan meringankan Anda dalam membeli rumah adalah dengan mendapatkan persetujuan KPR.

Selain itu, KPR memberi Anda kekuatan menawar yang lebih besar serta dapat mencegah gagalnya transaksi karena alasan finansial.

Persiapan Pembeli Rumah Pertama

  •  Cari Tenor yang Sesuai

Terdapat beragam tenor yang ditawarkan bank, mulai dari 5 hingga 25 tahun. Karena kondisi keuangan setiap orang berbeda-beda, maka bank menawarkan berbagai pilihan tenor ini agar bisa menjangkau berbagai kelas para calon debitur.

Jangan mengambil waktu jangka demi bunga yang kecil, tapi perhatikan juga kondisi finansial kedepan anda.

Jika Anda memilih tenor tidak sesuai dengan kemampuan, maka arus keuangan akan menyisakan dana, perhatikan juga kebutuhan sehari-hari dan investasi.

  • Periksa Surat Pembelian Tanah

Anda sebagai konsumen berhak untuk mengetahui sertifikat tanah pengembang. Jika tidak, maka Anda dapat mempertanyakan sertifikat tersebut kepada notaris yang mencatat akta tanah.

Pengecekan ini perlu dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada para konsumen bagaimana status tanah yang akan dikembangkan.

Akan lebih baik apabila status tersebut tidak hanya untuk satu kavling, melainkan untuk semua kavling dalam perumahan tersebut.

  • Siapkan Biaya Ekstra

Biaya pertama yang harus anda keluarkan adalah biaya survei aset (appraisal). Pengecekan sertifikat tanah dan harga jual properti disesuaikan dengan harga pasar yang berlaku.

Pada tahap ini Anda perlu mengeluarkan uang sebesar Rp300.000 hingga Rp750.000. Setelah itu, biaya provisi bank perlu disisihkan sebesar 0,5% – 1% dari total pinjaman.

Kemudian Anda perlu membayar biaya administrasi bank sebesar Rp250.000 – Rp500.000 atau bisa juga dilihat dari persentase total pinjaman.

Terakhir, Anda harus mengeluarkan lagi sedikit biaya untuk asuransi, yang terdiri dari Asuransi Jiwa (sebesar 1% – 2% dari total pinjaman) dan Asuransi Kebakaran (1% dari total pinjaman)

  • Pastikan Kapan Serah Terima Unit

Jangan lupa untuk bertanya kepada pengembang tentang syarat dan ketentuan nya, jika pihak pengembang mengalami keterlambatan atau ketidak sesuaian dalam perjanjian, kebijakan apa yang akan dikeluarkan.