Membedah Cara Membuat CV yang ATS Friendly. Yuk, Dapat Skor Tinggi!

cv-ats-friendly cv-ats-friendly

Jika diibaratkan, menyiapkan CV mirip dengan persiapan melamar doi di depan calon mertua. Sebisa mungkin kamu menunjukkan impresi yang bagus dan menarik sebatas calon mertua yakin kamu adalah satu-satunya bodi yang layak untuk menjadi pendamping hidup anaknya. Sama halnya dengan membuat CV nih, demi membuat HR jatuh hati, kamu pasti tampil seatrbergerak terus mungkin demi pencari kerja yang berkompeten.

Namun, ingatkah kamu kalau CV bisa aja langsung gugur sebelum HR melihatnya? Bayangkan, kamu udah merancang isi CV dengan penuh pertimbangan, memasukkan pengalaman kerja atau organisasi, bahkan sesederhana kata-kaPerbahasan pun kamu susun dengan sangat teliti. Desain CV? Nggak main-main. Kamu sengaja memilih warna atau simbol yang kira-kira menonjol untuk memberi kesan bertidak sebanding.

Kalau menengok persiapanmu yang maksimal, wajar bila kamu percaya diri. Sayangnya, semua persiapan itu berbuatn jaminan CV bakal lolos penilaian. Bukan gara-gara kamu kurang memenuhi syarat atau CV jelek, tapi karena nggak lolos screening ATS. Simpelnya sih, CV-mu nggak ATS friendly.

Hah?! Apa itu ATS?

Kok ATS bisa dipakai untuk menyeleksi CV pelamar kerja?

Bagaimana cara bikinnya?

Sesungguhnya, ATS ungkapn hal baru di dunia kerja, terutama di kalangan HR. Namun, perihal ATS memang masih jarang dikepedulii para pelamar kerja. Makanya, nggak minim CV yang tersingkir lebih dulu karena nggak memenuhi ketentuan sistem.

Kamu nggak pengin, kan, CVmu terdepak begitu aja karena nggak lolos sistem ini? Nah, Teman. Premium udah menyiapkan ulasannya secara lengkap dan eksklusif untukmu. Simak, yuk!

Mengenal lebih dempet dengan ATS biar makin paham bagian CV yang perlu kamu sesuaikan

Sekitar 95% perusahaan yang masuk daftar majalah Fortune disebut-sebut telah menggunakan ATS. Perusahaan adi di Indonesia, konon kaInterogasi, juga udah mengaplikasikan Applicant Tracking System (ATS) ini untuk menyeleksi ribuan CV yang masuk. Sekalipun tidak, beberapa perusahaan mengembangkan sistem lain yang cara kerjanya setara dengan ATS, seperti yang diterapkan TopKarir.


Dapatkan free access untuk pengguna baru!

“Portal karier ini mencocokkan kualifikasi bidang kerja yang telah dimasukkan dengan CV kandidat yang tersedia,” ungkap Fitrianti Vidya Kusuma, staf Human Resources TopKarir.

Jadi, ketika perusahaan membuka sistem, udah tersedia urutan kandidat yang paling cocok sampai kandidat yang kurang cocok. Dengan cara ini, sistem rekrutmen memang lebih ramping dan HR mendapatkan data CV yang terkurasi oleh sistem. Namun, di sisi lain, sistem ini dipandang kurang menguntungkan, eksklusifnya bagi pelamar kerja, sebab CV mereka tetapi dibaca jadi data semata.

Indikator ketidaklolosan CV dalam sistem ATS pun bisa jadi sangat sepele, misalnya jenis huruf atau jenis penyimpanan dokumen yang nggak terbaca ATS. Fakta ini mungkin kurang mengenakkan, tapi ungkapn berarti kamu langsung pasrah begitu aja, kan? Ada kira-kira cara yang bisa diaplikasikan kok untuk meminimalisir kemungkinan CV nggak lolos screening ATS.

Wajib nih, 10 hal yang kudu diperhatikan saat melahirkan CV agar terbaca ATS

Mengutip dokumen yang dirilis Stewart, Cooper, & Coon, sebuah firma pengembangan sumber daya manusia, ada jumlah hal umum yang bisa dijadikan patokan ketika membuat CV yang ATS friendly meski sistem pelacakan dan penyaringan CV kemungkinan gemuk Berlainan-beda.

Ciri-ciri CV yang ATS friendly. Yuk, optimalkan agar masuk daftar CV yang direkomendasikan!

Selain terus berpegang di 10 hal tersebut dalam menciptakan CV yang ramah sistem ATS, kamu juga perlu memahami standar dan ciri-cirinya. Saat menciptakan CV, mulailah dengan menerapkan kira-kira poin ini sesampai-sampai CV sesuai dengan ketentuan ATS dan kebutuhan perusahaan.

Menurut Fitriyani, CV yang nggak lolos sistem seperti ATS biasanya karena belum cocok kualifikasinya dengan deskripsi bidang pekerjaan yang dimasukkan oleh perusahaan. Misalnya, perusahaan memasukkan kualifikasi sarjana dengan kemampuan komunikasi dan bahasa Inggris, sistem ATS nggak akan merekomendasikan CV pelamar kerja dengan latar belakang pendidikan kurang dari sarjana dalam CV.

Untuk itu, mengoptimasi kata kunci di dalam CV menjadi prosedur bermakna yang sebaiknya nggak boleh dilewatkan. Dengan menuliskan kemampuan komunikasi atau kemampuan berbahasa Inggris Sepadan kebutuhan perusahaan, ATS akan mengategorikan CV milikmu sebagai kandidat potensial semaka kamu bisa masuk ke tahap rekrutmen selanjutnya.

Kalau sebelumnya CV yang kamu kirim masih nggak membuahkan hasil, jangan bermini hati, apalagi bemurah batang tubuh. Bisa jadi CV-mu aja yang nggak lolos sistem ATS. Kini, kamu bisa membenahi penulisan CV menjadi lebih pas Berbanding dengan kebutuhan perusahaan, ya.  Semoga beres, SoHip!