Mengupas Arti Kata Dari Istilah Silogisme

gambar tersebut menyebutkan mengupas arti kata dari istilah silogisme gambar tersebut menyebutkan mengupas arti kata dari istilah silogisme

Mengupas Arti Kata Dari Istilah Silogisme

Dalam dunia ilmu filsafat dan logika tentu tidak asing dengan kata atau istilah “silogisme”. Kata yang dipopulerkan oleh salah satu ahli falsafah terkemuka di dunia yakni Aristoteles ini mengemukakan istilah tersebut yang merujuk pada cara berpikir atau logika manusia dalam berpikir deduktif yang mana terdapat dua premis dan satu kesimpulan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari kata atau istilah silogisme ini adalah sebuah cara pikir atau menarik kesimpulan secara umum yang terdiri dari beberapa jenis premis seperti premis umum, premis khusus, dan juga penarikan kesimpulan seperti contoh Andre sebagai manusia nantinya akan mati. Andre adalah manusia dan Andre akan mati.

Asal Usul Kata Atau Istilah Silogisme

Kata atau istilah yang dicetuskan oleh salah satu pemikir dan filsuf ternama dunia yakni Aristoteles.

Secara asal usul bahasa, tentu saja istilah yang dicetuskan oleh Aristoteles ini berasal dari bahasa asing yang kemudian diadopsi menjadi jenis suku kata yang terlebur ke dalam bahasa Indonesia yang telah sesuai dengan tatanan bahasa Ejaan Yang Disempurnakan dan masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Inggris, istilah yang membahas tentang pikiran dan logika manusia ini memiliki tatanan kata dan ejaan yaitu “syllogism”. Dan kemudian berasimilasi ke dalam bahasa Indonesia sehingga terdapat perubahan tatanan ejaan dan pelafalan kata menjadi “silogisme”.

Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa istilah yang dipopulerkan oleh pemikir dan filsuf ternama tersebut termasuk dalam jenis kata yang diadopsi dari bahasa asing yang kemudian berubah ejaan dan pelafalan sesuai dengan lidah orang Indonesia.

Fungsi Dari Kata Atau Istilah Silogisme

Sebagai salah satu kata atau istilah yang baku menurut tatanan Bahasa Indonesia sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) tentu saja kata silogisme memiliki fungsi tersendiri. Untuk itu inilah fungsi dari kata syllogism tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Menunjukkan Kata Sifat

Fungsi dari arti kata yang diadopsi dari bahasa asing tersebut adalah menunjukkan kata sifat. Ya, banyak makna dari kata silogisme tersebut mengandung kata sifat yang mana menunjukkan kepada lawan bicara terkait sifat dan keadaan seseorang.

Jenis-Jenis Dari Kata Atau Istilah Silogisme

Istilah atau kata yang berasal dari bahasa asing yakni syllogism ini memiliki beberapa percabangan jenis jenis istilah yang tentunya memiliki makna dan juga arti yang berbeda di setiap jenis dan artinya. Maka dari itu, inilah beberapa jenis jenis dari percabangan istilah silogisme beserta juga contoh kalimatnya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Syllogism Katagorial

Jenis pemikiran logika deduktif manusia yang pertama adalah jenis katagorial. Jenis syllogism katagorial ini memiliki ciri pemikiran yang memiliki 2 ciri premis yang bertolak belakang yakni premis mayor (premis dengan term predikat) dengan premis minor (premis dengan term subjek).

Contohnya adalah : semua makhluk hidup akan mati. Badak bercula satu adalah jenis hewan yang dilindungi. Badak bercula satu akan mati.

Kalimat pertama merupakan jenis premis mayor atau premis umum karena memiliki arti makna yang luas. Kalimat kedua merupakan jenis premis minor karena memiliki arti yang lebih khusus atau lebih spesifik. Sedangkan pada kalimat ketiga ini merupakan kesimpulan atau konklusi dari kedua jenis premis tersebut.

  1. Syllogism Hipotetik

Jenis pemikiran logika deduktif manusia yang kedua adalah jenis hipotetik atau pengandaian. Pemikiran ini merupakan sebuah argumen atau pendapat yang mana pada premis mayor berupa sebuah proposisi hipotetik dan pada premis minornya berupa sebuah proposisi katagorial.

Contohnya adalah : Apabila saya lapar, saya makan roti. Sekarang saya lapar. Saya lapar dan saya makan roti.

Kalimat pertama merupakan jenis premis mayor berproposisi hipotik karena mengandung unsur pengandaian. Sedangkan pada jenis kalimat kedua yang merupakan premis minor berproposisi silogisme katagorial karena mengadung unsur kalimat langsung dan khusus. Sedangkan kalimat ketiga merupakan kesimpulan atau konklusi dari kedua premis tersebut.

  1. Syllogism Alternatif

Jenis pemikiran logika deduktif manusia yang ketiga adalah jenis alternatif. Jenis pemikiran alternatif ini adalah “membenarkan” suatu premis yang dinilai kurang tepat. Jika premis mayor menyusun kalimat yang tidak tepat, maka pada premis mayor ini pun menyusun kalimat pembenarannya.

Contohnya adalah : Herlambang berdomisili di Jakarta atau Surabaya. Herlambang berdomisili di Surabaya. Jadi, Herlambang berdomisili di Surabaya bukan di Jakarta.

Kalimat pertama adalah jenis premis mayor alternatif karena mengandung unsur atau makna kalimat yang belum tentu benar. Sedangkan premis kedua ini mengandung unsur atau makna kalimat pembenaran dari premis mayor yang belum tentu benar tersebut. Kalimat ketiga adalah kesimpulan atau konklusi dari kedua premis tersebut.

  1. Syllogism Entimen

Jenis pemikiran logika deduktif manusia yang keempat adalah jenis entimen. Jenis pemikiran entimen sangat jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Jenis syllogism entimen ini adalah sebuah pemikiran yang hanya mengemukakan premis minor yanng disertai dengan kesimpulan atau konklusinya.

Contohnya adalah : Fabian berhasil memenangkan olimpiade matekamika karena ia rajin belajar setiap hari.

Kalimat tersebut mengandung premis minor katagorial yang kemudian disertai dengan kesimpulan atau konklusinya. Maka dari itu pemikiran diatas tersebut masuk dalam jenis kategori silogisme entimen.

  1. Syllogism Disjungtif

Jenis pemikiran logika deduktif manusia yang terakhir adalah jenis disjungtif. Jenis premis mayornya adalah jenis disjungtif. Sedangkan pada jenis premis minornya adalah jenis syllogism katagorial yang mana kalimatnya membenarkan atau mengingkari daripada premis mayor.

Contohnya adalah : Hari ini deny masuk sekolah atau tidak. Deny hari ini tidak masuk sekolah. Deny ternyata tidak masuk sekolah.

Kalimat pertama adalah jenis premis disjungtif yang mana makna dari kata tersebut bisa benar dan juga bisa salah. Sedangkan kalimat kedua adalah jenis premis katagorial yang memiliki makna mempertegas dan membenarkan dari premis mayor. Untuk kalimat ketiga adalah kesimpulan atau konklusi dari kedua premis tersebut.

Silogisme merupakan sebuah kata atau istilah yang dicetuskan dan dipopulerkan oleh pemiki serta filsuf kenamaan di dunia yakni Aristoteles. Silogisme ini terbagi dalam berbagai jenis yang tentunya memiliki makna kata yang berbeda di setiap jenisnya.